Login

Mencintai dan Merindukan Istri adalah Ibadah dan Ketaatan

حب و عشق الزوجة قربة و طاعة
ذكر الإمام ابن القيم (رحمه الله) في كتابه الجواب الكافي (ص٥٦٥) أن العشق بالنساء ينقسم إلى ثلاثة أقسام و منه:
« قِسْمٌ هُوَ قُرْبَةٌ وَطَاعَةٌ ، وَهُوَ عِشْقُ امْرَأَتِهِ وَجَارِيَتِهِ ، وَهَذَا الْعِشْقُ نَافِعٌ ؛ فَإِنَّهُ أَدْعَى إِلَى‏= الْمَقَاصِدِ الَّتِي شَرَعَ اللہُ لَهَا النِّكَاحَ ، وَأَكَفُّ لِلْبَصَرِ وَالْقَلْبِ عَنِ التَّطَلُّعِ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ ، وَلِهَذَا يُحْمَدُ هَذَا الْعَاشِقُ عِنْدَ اللہِ ، وَعِنْدَ النَّاسِ . »

 

Ibnu Qayyim menyebutkan dalam kitab Al-Jawab Al-Kafi hal. 565:

Bahwa merindukan wanita terbagi tiga bagian, di antaranya:

 

Bagian yang merupakan ibadah dan ketaatan, yaitu merindukan istri dan budak milik sendiri, kerinduan ini bermanfaat, karena lebih membantu kepada tujuan adanya Allah mensyariatkan pernikahan, serta lebih membantu untuk menjaga pandangan dan hati untuk melirik kepada perempuan yang bukan istri, oleh karena itu orang yang mengalami kerinduan seperti ini terpuji di sisi Allah dan sesama manusia.

Category:
Description